Gratitude List

Posted in Sekedar Racauan on 2 Mei 2012 by Natta

#MagicalMay2012 #Day2

My Gratitude list of being living through yesterday:

1) Gaji masuk!!! I loph yu pul 3355!!! *elus elus henpon*

2) Sanggup nyeleseiin tumpukan kerjaan yang udah menuhin meja dari minggu lalu

3) Mulai aktif nge-blog lagi. Dan liat statistik, ternyata tulisan acak kadut gw ini masih lumayan banyak yang baca (apa pada nyasar di mari, ga tau juga deh :p)

4) Pas nge-update status BBM kemaren, ternyata si ohokohok juga barengan, dan status kami berdua rada rada mirip lahh… Hahahaha… Apakah ini yang namanya jodoh? Atau sekedar azas pengharapan berlebih? :p

5) Akhirnya nonton The Woman In Black. Ini pelem udah dari awal bulan April pengen banget ditonton, baru kesampaian sekarang. Alhamdulillah, walo banyak ngagetin sana sini, ga sampe bikin gw tereak dalem ruang teater :D

6) Alhamdulillah juga, nonton pelem itu gratisan. Dibayarin ama @amiecun

7) Alhamdulillah lagi, pergi ama pulang nonton dijemput @amanahpuput, ga perlu takut keujanan atau kena angin malem *deeuuu*

8) Bisa makan malem yang super kenyang setelah sebelum nonton tadi perut udah kayak bikin orkestra. Nemu tempat makan baru yang walo harganya ga gitu mahal tapi porsinya pas buat gw banget. Porsi kuli XD

9) Pas bongkar bongkar laci meja kantor, nemu satu sachet sample oil-free cream dari Kiehl’s. Pake ini secuil jerawat semuka bisa ilang ga ya? XD

10) Bad Experience? Bad romance? LoL! Yang jelas sekarang jadi tau gimana cara ngebedain yang serius sama yang abal-abal. Masalahnya, nyari yang serius itu di manaaa… di mana… di manaa… Ku harus mencari, di manaa…? :p

Terima Kasih, Tuhan

Posted in Sekedar Racauan on 1 Mei 2012 by Natta

#MagicalMay2012 #Day1

Saya, bukan termasuk orang yang pinter bersyukur. Gimana bisa pinter? Sholat aja masih suka bolong-bolong. Kalo lagi susah aja baru inget Tuhan, kalo lagi seneng?  Beuh, boro-boro sedekah, ngucap hamdalah aja udah bagus. Makanya, berhubung ini proyeknya @Dear_Connie sama @kikisuriki pas banget mak jleb nya, yuk ah buru kita mulai…

Satu

Terima kasih, Tuhan, saya orang yang gampang tidur. Coba liat itu orang-orang yangterang-terangan bilang punya insomnia, kasian kan ya? Mau tidur aja musti mengkondisikan diri sebagaimana rupa. Lah saya? Mau di kasur kek, di kursi kantor kek, di angkot kek, atau di midnight club yang musiknya lagi jedag jedug kek. Kalo ngantuk ya tidur aja mah…

Dua

Terima kasih, Tuhan, kalo karaoke bareng ama temen-temen, saya ga pales. Walau suara saya ga bagus-bagus amat, paling ga saya ga buta nada. *berdehem*

Tiga

Terima kasih, Tuhan, saya jerawatan. Kalo kata orang dulu kan “Ihh… itu jerawatnya si itu ya? Yang sebelahnya punyanya si itu ya?”. Nah, karena jerawat saya banyak, berarti saya banyak yang naksir dong ya? :p

Empat

Terima kasih, Tuhan, si mamah sama si papah ga jadi ngasih saya adek. Saya mah orangnya cemburuan, ga kebayang kalo punya adek, saya bisa cemburunya ama dia kayak gimana. Untung… untung…

Lima

Terima kasih, Tuhan, saya punya darah Tionghoa. Alasannya? Karena sempet ngerasain dag dig dug pas waktu kerusuhan Mei 1998 silam. Saya masih kecil sih dulu itu, tapi serem juga ngeliat si mamah panik. Bintaro Plaza yang cuma selemparan tali kutang dari rumah dijarah warga dan hampir dibakar. Saya? Malem-malem sibuk ngungsi sambil bawa celengan :p

Enam

Terima kasih, Tuhan, mamah saya, Ibu rumah tangga yang super duper hebat itu, kemampuan masaknya jago luar biasa!Hampir empat tahun sejak beliau dipanggil Tuhan, tapi saya masih bisa merasakan cinta yang tertinggal di dapur rumah kami.
Mah, saya cinta sama mamah. Banget!

Tujuh

Terima kasih, Tuhan, saya mengenal Twitter. Kalo ga ada Twitter, tulisan ini ga akan pernah dibuat. Kalo ga ada twitTer, saya ga akan punya teman-teman baru yang luar biasa! Trims banget ya Mister… errr… Penemu Twitter siapa sih? :p

Delapan

Terima kasih, Tuhan, saya punya pekerjaan dan ditempatkan di Palangka Raya. Di kota ini lah saya mulai mengenal sahabat saya @amiecun dan @amanahpuput. Love you all, cunz!

Sembilan

Terima kasih, Tuhan, saya diberi kesempatan yang luar biasa indah untuk bisa pindah lagi ke Jakarta. Yay!!! Walaupun belum jelas kapan ini keluar Surat Keputusannya, tapi punya kesempatan kayak gini aja udah bikin seneng banget! Alhamdulillah, semua indah pada waktunya. Horreeeeee!!!

Sepuluh

Terima kasih, Tuhan, saya berbeda. Saya berbeda, tapi saya sanggup menjadi diri saya sendiri. Saya berbeda tapi Engkau memberi saya @okitya, @sigitadhi, @putrajakarta, @agiezious, @radainor, @aldreee, @mutonk, @mibnufajar, dan @ariferha sebagai sahabat-sahabat yang mampu mendukung saya dalam tiap aspek dan segala hal. Saya berbeda, tapi saya bersyukur karenanya.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Selepas Siang Sirna

Posted in Sekedar Racauan on 7 Februari 2012 by Natta

Tak mudah bersembunyi dari cemburu.

Setelah kau ditemukannya, seketika duniamu abu-abu.

Jika mencoba lari, di ujung sana hanya kau temukan perih.

Setelah kau dihantuinya, tinggal lah asamu bersuara semakin lirih.

Aku kembali bersahabat dengan sepi.

Rindu tak mampu jawab semua, entah mengapa pula ia hadir.

Tentangku, apa yang menjadi sangsimu?

Dan apa yang kau puja padanya tak kau coba lihat padaku?

 

Lalu cemburu ini, tak cukup jelas kah?

Willing To Be Better

Posted in Sekedar Curhatan, Sekedar Racauan on 12 Januari 2012 by Natta

“Tuhan memberi kita ujian macam-macam bentuknya. Kadang enak untuk diterima dan dijalani, atau sebaliknya sampai-sampai kita selalu ngedumel, protes, mengeluh, dan sebagainya. Inget ga, kapan terakhir kali kita bersujud untuk menceritakan kebahagiaan kita?”

Saya cuma bisa terdiam termenung sambil menatap layar ponsel setelah membaca SMS tersebut. Bukan karena menahan kantuk karena waktu sudah menunjukkan jam setengah tiga pagi, bukan juga karena marah karena dering ponsel yang mengganggu tidur saya. Saya tau saya harusnya berterima kasih. Dan juga bersyukur.

Saya tidak akan panjang lebar menceritakan segala keluh kesah saya. Saya tau kalian semua sudah bosan dengan itu ^_^ Saya juga tidak mau kalian menganggap bahwa setiap kali saya mulai menulis kembali, pasti ada masalah baru yang saya hadapi, atau paling tidak masalah-masalah lama yang sama skenarionya tapi berbeda pemerannya, seperti yang sudah kalian dengar berkali-kali dari mulut saya secara langsung, ataupun lewat sambungan jarak jauh yang pastinya sudah berkali-kali pula membuat kuping kalian panas karena terlalu lama menempel dengan ponsel. Terima kasih tak lupa tentunya kepada penemu Blackberry yang sanggup meminimalkan semua itu ya ^_^ Mendekatkan yang jauh dalam batas autotext, autopraise, dan kesemuanya diakhiri dengan BYE! :-p

Saya sadar, saya bukanlah hamba-Nya yang paling taat, paling patuh, ataupun juga paling bertaqwa. Saya tidak seperti @sigitadhi maupun @okitya yang dalam situasi seperti apapun dan dimanapun selalu menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu.

Saya hanya bersujud menangis, menghamba, mengadu, dan meminta ketika ada suatu keperluan mendesak yang benar-benar memaksa saya untuk melakukan semua itu, berwudlu, mengenakan perangkat alat sholat (bukan mukena tentunya), dan kemudian dimulailah serangkaian gerakan dan bacaan yang disisipkan tetes air mata dan isak tersedu saya. Dan juga serangkaian memori tentang ibu saya.

Saya ditegur dengan cara-Nya yang paling halus.

Saya bukanlah orang yang ada di sinetron-sinteron ataupun reality show bertemakan Islami yang dalam waktu singkat seperti mendapat hidayah sehingga kemudian berubah haluan menjadi rohis berbaju koko, berpeci, dan bercelana bahan yang agak ngatung (sekali lagi bukan berjilbab dan bergamis, apalagi bercadar).

Saya juga untuk saat ini, belum mampu berjanji untuk meninggalkan dunia yang bisa dibilang telah membuat saya galau bertahun-tahu tanpa ada juntrungannya. Oh, please, you know what I mean, bitches…

Tidak juga ingin disebut sebagai resolusi, karena bila disebut demikian saya takut malah tidak akan berjalan baik, seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, resolusi yang berhasil diwujudkan adalah nihil sama sekali.

Pembaruan mungkin bisa lebih tepat. Memperbarui diri untuk sesuatu yang positif tidak buruk sama sekali kan? Apalagi dengan fakta kamu didukung sepenuhnya oleh sahabat-sahabatmu. Bahkan seorang @amiecun sanggup mengingatkan saya untuk menunaikan sholat Maghrib, meski itu dilakukan lewat twitternya. Bayangkan bagaimana kemajuan teknologi sanggup memberi pengaruh baik untuk dirimu dan sekitarmu! ^_^

Jadi, buat kamu, kamu, dan kamu (nunjuk-nunjuk a la Jennifer Hudson nyanyi And I’m Telling You I’m Not Going), bersiaplah untuk bertemu dengan saya yang baru. Entah apapun itu bentuknya, mohon bantuannya untuk terus mengingatkan saya. Kalopun saya nantinya tidak menggubris, maklumi saja bahwa itu merupakan bagian dari proses-proses dan fase-fase yang harus saya hadapi untuk menjadi lebih baik ya ^_^

Tuhan, saya pasrahkan diri saya menjadi bintang utama dalam skenario terbaik-Mu.

Pesan Untuk Masa Depan

Posted in Sekedar Racauan on 25 Maret 2011 by Natta

Kepada kamu,
orang yang suatu saat akan kucintai dengan sepenuh hati.

Pandai-pandailah berdamai dengan hatiku,
dan dengan dirimu sendiri…

Tersenyumlah

Posted in Sekedar Curhatan on 3 Februari 2011 by Natta

Kamu mungkin saja kehilangan seseorang,
Untuk kemudian bersedih,
dan bertanya-tanya apa kesalahanmu.

Tapi di lain sisi, kamu masih punya pilihan.
Untuk tetap tersenyum,
dan bertanya-tanya tentang hal baik apa yang menantimu di depan sana.

Natta’s On Tour De Land Of Srivijaya

Posted in Sekedar Gunjingan, Sekedar Ngegosip, Sekedar Racauan on 21 Januari 2011 by Natta

Daripada gw diajukan dengan pilihan-pilihan yang tak layak untuk dipilih seperti “Serangan Bibir” atau “Alis Naik Sebelah a la Simbok @sigitadhi” oleh Mpok @okitya, gw lebih memilih untuk posting secepatnya.

Sebenernya lagi males nulis-nulis sih, cuma emang warung ini kok udah lama banget hiatusnya, kasihan para penggemar Natta yang menantikan cerita-cerita baru nan menggemaskan dari sang empunya warung.
*bagi-bagi kresek **buat muntah

Jadi tanggal 3 Desember kemaren –Iya, basi… I know…– Tta ama Om Brudut, Ateu Irma, dan Acid –yang mukanya nanti dijelaskan lewat beberapa poto narsis di bawah– pergi ke Palembang buat piknik dan berleha-leha dateng ke kondangannya Teh Pey.

Jadi Aku ama Ombrud nyampe Palembang duluan sekitar jam7-an. Langsung ke Lokasi Hotel Aryaduta yang ada di bilangan Palembang Square. Sambil leha-leha menikmati fasilitas hotel bintang empat itu (udah kayak orang udik aja waktu tta masuk lobby nya), kami nungguin Ateu Irma sama Acid yang pesawatnya Delay. And guess what, pas mereka nyampe hotel jam 10-an gitu, kita berempat langsung cabs aja donk karaokean. Pas nya lagi di Palembang Square itu ada Inul Vizta nya. Deket banget tinggal ngesot dari hotel.

Okehh… kalo diceritain detail bakal lama, alias dah lupa juga di sana sempet ngapain aja… hihihihi… jadi mari kita putar kembali adegannya lewat beberapa gambar:

Ini poto-poto yang tta ambil pake hape, jadi katanya pempek SAGA yang terkenal itu ya di warung Sudi Mampir ini… tempatnya lumayan deket ama jembatan Ampera, pas di depan Kantor Walikota.
Eh, kecuali poto narsis yang di kanan bawah, itu diambil pake kameranya Ateu Irma (cardigan merah), dengan arahan sang potograper Acid (yang kaos biru, bukan kuning) pake timer gitu. Itu diambil di Lobby Hotel, sambil nungguin mobil sewaan dateng. Pertanyaannya, ke mana Om Brud kok ga ikutan poto?

Habis makan di sana, makan di sini, trus sempet mampir ke emol buat nemenin Om Brud ngabisin duit, akhirnya kita mampir ke Jembatan Ampera yang terkenal seantero Indonesia entu:

Merah, kuning, biru, di langit yang putih… –halah–
Pokoknya mau diliatin orang-orang (banyak yang bisik-bisik: “ihh.. itu ada artis dari mana? kok cakep-cakep ya?” –bukan sekedar delusional–), mau sambil ngegangguin orang pacaran –tuh, keliatan kan yang ikut keambil pas poto tta bareng Om Brud–, ga ada yang bisa menghentikan hasrat pepotoan kami…

Puas melaknati Ampera dengan berbagai pose, kami cuzz ke hotel buat siap-siap dandan ke kondangan. habis poles sana-sani, sradak-sruduk menembus gerimis, diteror ama @junica_saputri supaya buru-buru dateng ke gedung resepsi, berikut cuplikannya:

Pengantennya. Ngegemesin buangeeett kaann??? :)

Pengantennya. Ngegemesin buangeeett kaann??? :)

 

Abaikan gambar kanan bawah!

Abaikan gambar kanan bawah!

Habis cabut dari gedung, kita lanjut makan malem di Restoran Seafood Riverside. Resto dengan view langsung Jembatan Ampera di malam hari ini selidik punya selidik ternyata kepunyaannya Helmy Yahya sang presenter kondang alumni STAN itu (ini kata guide kami lho, kita sih percaya-percaya aja).
Tempatnya ciamik, dibangun di atas sungai, sebagian kawasan resto malah dibuat di atas sebuah kapal dua lantai. Ada live music nya, plus makanannya lazis. Pokoknya tempat ini cocok buat kalian-kalian yang mau ngegaet hati calon mertua ataupun mau ngejilat bos di kantor. Cekidot!

Oke pemirsa, dengan berakhirnya cuplikan di atas maka berakhir pula perjalanan kita di Bumi Sriwijaya ini, atas nama kapten penerbangan yang bertugas, kami mengucapkan terima kasih, semoga penerbangan ini menjadi penerbangan yang berkesan bagi anda.
Sampai jumpa pada penerbangan berikutnya.
Ciao~

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.